Dalam keterangannya usai penanaman, Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini dilakukan untuk melindungi wilayah pesisir sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Kapolda mengungkapkan bahwa Sulawesi Utara dikenal luas dengan keindahan wisata airnya, khususnya sebagai destinasi spot diving favorit. Oleh karena itu, pelestarian ekosistem pesisir menjadi hal yang sangat krusial untuk dilakukan.
“Karena di Sulawesi Utara ini terkenal dengan wisata airnya untuk spot diving. Oleh karena itu, saya dan jajaran melakukan penanaman mangrove di Pulau Bunaken,” ujar Kapolda Sulut.
Ia berharap program konservasi tersebut dapat memberikan banyak manfaat, bertumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu menjaga kelestarian alam dan keindahan Pulau Bunaken secara berkelanjutan.
Sementara itu Walikota Andrei Angouw memberikan apresiasi upaya yang telah dilakukan Polda Sulut bersama Bhayangkari.
“Pertama kan mangrove ini kita tanam untuk melindungi pesisir. Dan juga untuk mensupport industri pariwisata kita, terutama industri pariwisata alam, jualan kita itu coral-nya, diving-nya. Jadi saya mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, salah satu kita pelihara, kita rawat mangrove ini. Dan saya berterima kasih kepada Pak Kapolda dan jajaran, dan juga kepada Pak Kapolres, karena sudah turut peduli dengan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove ini,” ungkapnya.




