33.4 C
Jakarta
Kamis, 18 Juni 2026
BerandaBerita PolisiMeski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan...

Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

Date:

Related stories

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80, Kapolda Sumsel  Hadiri Manaqib Qubro Ulama

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80, Kapolda Sumsel  Hadiri Manaqib...

Sambut HUT Bhayangkara, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Ulama

Sambut HUT Bhayangkara, Kapolda Sumsel Hadiri Manaqib Qubro Ulama   Sambut...

Polda Metro Tetapkan 1 Tersangka Pembawa Molotov Saat Demo Kemarin

Polda Metro Tetapkan 1 Tersangka Pembawa Molotov Saat Demo...

Polda Metro Jaya Tangkap 2 Orang Bawa Bom Molotov Saat Demo

Polda Metro Jaya Tangkap 2 Orang Bawa Bom Molotov...

Polda Metro Jaya Ungkap Belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi Demo dari BEM UI

Polda Metro Jaya Ungkap Belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi...
spot_imgspot_img

Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping batuan melalui jalur udara.

Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

“Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

“Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img